Bank Bumi Arta yang semula bernama Bank Bumi Arta Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1967 dengan Kantor Pusat Operasional di Jalan Tiang Bendera III No. 24, Jakarta Barat.
Merger dengan Bank Duta Nusantara
Pada tanggal 18 September 1976, Bank Bumi Arta mendapat izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk menggabungkan usahanya dengan Bank Duta Nusantara. Penggabungan usaha tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan, manajemen Bank, dan memperluas jaringan operasional Bank. Delapan kantor cabang Bank Duta Nusantara di Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Magelang menjadi kantor cabang Bank Bumi Arta. Kantor cabang Yogyakarta dan Magelang kemudian dipindahkan ke Medan dan Bandar Lampung hingga saat ini.
Bank Devisa
Selanjutnya Seiring dengan
Kebijaksanaan Pemerintah melalui Paket Oktober (PAKTO)
1988 di mana perbankan diberikan peluang yang lebih
besar untuk mengembangkan usahanya, dan berkat persiapan
yang cukup lama dan terarah dari pengelola Bank, maka
pada tanggal 20 Agustus 1991 dengan persetujuan dari
Bank Indonesia, Bank Bumi Arta ditingkatkan statusnya
menjadi Bank Devisa.
Bank Bumi Arta mulai
melayani sendiri transaksi devisa di Kantor Pusat Operasional
Jalan Roa Malaka Selatan sejak tanggal 2 Desember 1991
dan hingga saat ini jaringan bank koresponden internasional
Bank Bumi Arta mencakup sekitar 130 bank di berbagai
benua di seluruh dunia.
Perubahan Nama
Pada tanggal 10 Juni 1992, Kantor Pusat Operasional Bank Bumi Arta dipindahkan dari Jalan Roa Malaka Selatan No. 12 - 14, Jakarta Barat ke Jalan Wahid Hasyim No. 234, Jakarta Pusat. Untuk memudahkan pengenalan masyarakat terhadap Bank kami, maka pada tanggal 14 September 1992 dengan izin dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia nama Bank Bumi Arta Indonesia diganti menjadi Bank Bumi Arta.
Bank Bumi Arta Go Public
Untuk memperkuat struktur permodalan, operasional Bank, dan pengelolaan Bank yang lebih profesional dan transparan, berprinsip pada Good Corporate Gorvanence dan Risk Management, maka pada tanggal 1 Juni 2006 Bank Bumi Arta melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering) dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta sebanyak 210.000.000 saham atau sebesar 9,10% dari saham yang ditempatkan, sehingga sejak saat itu Bank Bumi Arta menjadi Perseroan Terbuka.